Semangat Merah Putih untuk Sepakbola Indonesia
Maret 29th, 2010 by pasukancintaKongres Sepakbola Nasional yang diselenggarakan pada tanggal 30-31 Maret 2010 di Kota Malang membawa harapan besar untuk kita semua sebagai elemen bangsa, harapan besar yang membuat getar merah putih kita semua semakin bergelora merindukan bangkitnya kembali prestasi sepakbola nasional.
Segenap elemen bangsa mendukung suksesnya acara KSN tersebut, tentu bukan hanya menjadi hajatan besar nasional di bidang olahraga sepakbola, tapi menjadi suatu tekad, itikad yang kuat bahwa pecinta sepakbola di negara ini sungguh peduli akan terwujudnya suatu tatanan kompetisi yang unggul, pengkaderan pemain bola yang terpadu, kekompakan antar supporter team, yang kesemuanya itu akan menghasilkan prestasi gemilang, mengharumkan nama bangsa dan negara.
Sepakbola bukanlah sekedar olahraga dan hiburan belaka, bahkan ia mampu merekatkan persaudaraan kebangsaan, menguatkan mental dan fisik kita sebagai bangsa, melatih kejujuran dan kerjasama yang handal, semua lapisan sosial dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote merindukan kejayaan sepakbola nasional, sebuah renungan untuk kita semua.
Aremania dan Malang Raya tentu harus menjaga momen ini yang menjadi tujuan awal KSN untuk bangkitkan kembali prestasi kita, predikat Best Supporter untuk Aremania, prestasi yang moncer untuk Tim Arema Indonesia tahun 2010 ini tentu membawa kebanggaan tersendiri untuk pecinta sepakbola di Malang Raya, yang terkenal dengan julukan “Singo Edan” dan sapaan bersahabat “Salam Satu Jiwa”
Penulis mempunyai pertanyaan bagaimanakah kiranya untuk mempercepat peningkatan prestasi dunia persepakbolaan Indonesia? penulis berharap, dukungan kuat dari pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, masyarakat, BUMN, dan para stakeholder lainnya tetap dipertahankan dan dikembangkan. Hal-hal negatif yang masih mencederai sportifitas seperti rusuhnya supporter, indikasi pengaturan skor, indikasi mafia wasit dan lain sebagainya kita kurangi dan hilangkan karena hanya akan membuat malu nama baik merah putih.
Pertanyaan tadi, penulis coba tuangkan dalam sebuah gagasan Ayo kita jalin kerjasama dengan negara-negara sahabat, kerjasama di bidang olahraga sepakbola, salah satunya menjalin kemitraan tim dan pembibitan generasi muda kita dengan jaminan memadai, bagaimanakah? Kita undang tim-tim maju dari negara-negara sahabat untuk membuka Sekolah Sepakbola (SSB) yang dari sekolah tersebut, lulusannya kemudian direkrut untuk bermain di tim-tim Eropa, kita ambil contoh, misalkan Arema dan AC Milan menjalin kemitraan dan kemudian AC Milan membuka sekolah sepakbola di Malang sehingga generasi muda di Malang berkesempatan nantinya bukan hanya berkarir di Arema dan Tim Nasional tapi dapat pula menjadi pemain di tim AC Milan.
Contoh lain mungkin Persija yang terkenal sebagai Tim Oranye dapat pula menjalin kemitraan dengan Ajax Amsterdam. Semakin banyak anak muda Indonesia yang berkiprah di tim-tim besar Eropa tentu otomatis akan mengharumkan nama baik Indonesia pula, lambat laun tapi pasti Indonesia akan sejajar dengan negara-negara di Asia. Target awal mungkin di tiap pulau besar memiliki satu kemitraan dengan tim papan atas dunia sehingga persahabatan akan semakin erat, prestasi gemilang sepakbola kita pun meningkat.
Pemerintah c.q. Kementerian Luar Negeri melalui para duta besarnya sudilah kiranya untuk melobi agar tim besar dunia seperti AC Milan, Manchester United, Real Madrid, Ajax mau bermitra dan membuka sekolah sepakbola di Indonesia. Kita yakin para diplomat kita mampu berjuang ambil bagian pula memajukan sepakbola nasional sesuai bidang tugasnya, jadikan ini menjadi tanggung jawab kita bersama, apapun profesinya, dimanapun dia berada, siapapun ia, tanggung jawab memajukan bangsa dan negara.
Semoga saat pembukaan kongres sepakbola nasional di Kota Malang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau pula seluruh masyarakat Indonesia, seluruh elemen bangsa agar patuh pajak, karena taat pajak bukti nyata cinta tanah air. Insya Allah kalo pemain bola sebagai public figure merupakan insan-insan yang patuh pajak, masyarakat pun akan semakin patuh pajak.
Salam Cinta, Salam Satu Jiwa dari Bhumi Arema.
“Sebarkan cinta dan kasih sayang kepada kemanusiaan dan lestarikanlah lingkungan hidup sebagai wujud cinta kita kepada Allah swt, Sang Maha Pencipta, Sang Pemilik Cinta.”
Malang, 29 Maret 2010
















