Semangat Merah Putih untuk Sepakbola Indonesia

Maret 29th, 2010 by pasukancinta

Bambang Pamungkas

Kongres Sepakbola Nasional yang diselenggarakan pada tanggal 30-31 Maret 2010 di Kota Malang membawa harapan besar untuk kita semua sebagai elemen bangsa, harapan besar yang membuat getar merah putih kita semua semakin bergelora merindukan bangkitnya kembali prestasi sepakbola nasional.

Segenap elemen bangsa mendukung suksesnya acara KSN tersebut, tentu bukan hanya menjadi hajatan besar nasional di bidang olahraga sepakbola, tapi menjadi suatu tekad, itikad yang kuat bahwa pecinta sepakbola di negara ini sungguh peduli akan terwujudnya suatu tatanan kompetisi yang unggul, pengkaderan pemain bola yang terpadu, kekompakan antar supporter team, yang kesemuanya itu akan menghasilkan prestasi gemilang, mengharumkan nama bangsa dan negara.

Sepakbola bukanlah sekedar olahraga dan hiburan belaka, bahkan ia mampu merekatkan persaudaraan kebangsaan, menguatkan mental dan fisik kita sebagai bangsa, melatih kejujuran dan kerjasama yang handal,  semua lapisan sosial dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote merindukan kejayaan sepakbola nasional, sebuah renungan untuk kita semua.

Aremania dan Malang Raya tentu harus  menjaga momen ini yang menjadi tujuan awal KSN untuk bangkitkan kembali prestasi kita, predikat Best Supporter untuk Aremania, prestasi yang moncer untuk Tim Arema Indonesia tahun 2010 ini tentu membawa kebanggaan tersendiri untuk pecinta sepakbola di Malang Raya, yang terkenal dengan julukan “Singo Edan” dan sapaan bersahabat “Salam Satu Jiwa”

Penulis mempunyai pertanyaan bagaimanakah kiranya untuk mempercepat peningkatan prestasi dunia persepakbolaan Indonesia? penulis berharap, dukungan kuat dari pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, masyarakat, BUMN, dan para stakeholder lainnya tetap dipertahankan dan dikembangkan. Hal-hal negatif  yang masih mencederai sportifitas seperti rusuhnya supporter, indikasi pengaturan skor, indikasi mafia wasit dan lain sebagainya kita kurangi dan hilangkan karena hanya akan membuat malu nama baik merah putih.

Pertanyaan tadi, penulis coba tuangkan dalam sebuah gagasan Ayo kita jalin kerjasama dengan negara-negara sahabat, kerjasama di bidang olahraga sepakbola,  salah satunya menjalin kemitraan tim dan pembibitan generasi muda kita dengan jaminan memadai, bagaimanakah?  Kita undang tim-tim maju dari negara-negara sahabat untuk membuka Sekolah Sepakbola (SSB) yang dari sekolah tersebut, lulusannya kemudian direkrut untuk bermain di tim-tim Eropa, kita ambil contoh, misalkan Arema dan AC Milan menjalin kemitraan  dan kemudian AC Milan membuka sekolah sepakbola di Malang sehingga generasi muda di Malang berkesempatan nantinya bukan hanya berkarir di Arema dan Tim Nasional tapi  dapat pula menjadi pemain di tim AC Milan.

Contoh lain mungkin Persija yang terkenal sebagai Tim Oranye dapat pula menjalin kemitraan dengan Ajax Amsterdam. Semakin banyak anak muda Indonesia yang berkiprah di tim-tim besar Eropa tentu otomatis akan mengharumkan nama baik Indonesia pula, lambat laun tapi pasti Indonesia akan sejajar dengan negara-negara di Asia. Target awal mungkin di tiap pulau besar memiliki satu kemitraan dengan tim papan atas dunia sehingga persahabatan akan semakin erat, prestasi gemilang sepakbola kita pun meningkat.

Pemerintah c.q. Kementerian Luar Negeri melalui para duta besarnya sudilah kiranya untuk melobi agar tim besar dunia seperti AC Milan, Manchester United,  Real Madrid,  Ajax mau bermitra dan membuka sekolah sepakbola di Indonesia. Kita yakin para diplomat kita mampu berjuang ambil bagian pula memajukan sepakbola nasional sesuai bidang tugasnya, jadikan ini menjadi tanggung jawab kita bersama, apapun profesinya, dimanapun dia berada, siapapun ia, tanggung jawab memajukan bangsa dan negara.

Semoga saat pembukaan kongres sepakbola nasional di Kota Malang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau pula seluruh masyarakat Indonesia, seluruh elemen bangsa agar patuh pajak, karena taat pajak bukti nyata cinta tanah air. Insya Allah kalo pemain bola sebagai public figure merupakan insan-insan yang  patuh pajak, masyarakat pun akan semakin patuh pajak.


Berkibarlah Bendera kehormatan kami

Salam Merah Putih ke Seluruh Penjuru Dunia

Salam Cinta, Salam Satu Jiwa dari Bhumi Arema.

“Sebarkan cinta dan kasih sayang kepada kemanusiaan dan lestarikanlah lingkungan hidup sebagai wujud cinta kita kepada Allah swt, Sang Maha Pencipta, Sang Pemilik Cinta.”

Malang, 29 Maret 2010

Pajak dan Nasionalisme Kita

Februari 24th, 2010 by pasukancinta

“CAKTI BUDDHI BHAKTI : Dengan segala kekuatan, tenaga, dan pikiran dilandaskan keluhuran budi , kami berbakti kepada Negara.” Begitulah slogan yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI

Pajak adalah tulang punggung negara, tulang punggung dari penerimaan APBN kita, bukti nyata bahwa dengan semangat cinta tanah air dan bergotong-royong dari seluruh elemen masyarakat melalui pajak yang dibayarkannya kita yakin dan mampu, tentunya atas berkah dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, mulai saat ini untuk berdiri di atas kaki sendiri membangun tanah air kita di era globalisasi dan perang geopolitik antar negara, begitupun untuk memajukan kesejahteraan umum dan menguatkan kita punya kedaulatan ekonomi nasional sebagaimana yang diamanatkan oleh para pendiri bangsa dan para pejuang kemerdekaan NKRI.

Definisi pajak menurut UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan No. 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU.No 28/2007 yang berbunyi “Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

Dua fungsi utama pajak sebagai budgetair and regulerend, pajak juga mempunyai beberapa asas-asas pemngutannya yang banyak disampaikan oleh beberapa tokoh ekonomi, misalkan asas daya pikul, keadilan dan gotong royong. Beberapa asas pemungutan mulia yang mengajak kita bersama sebagai suatu bangsa yang tegak percaya diri menjalankan kehidupan kenegaraannya agar adanya keseimbangan, rasa kepedulian dan gotong royong untuk memajukan negara dan rakyatnya. Pajak tanda bakti kita untuk ibu pertiwi.

Amanat yang diberikan oleh negara kepada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI untuk menghimpun pajak sebagai penerimaan negara yang tertuang dalam visi dan misi DJP sebagai berikut, visinya ialah “Menjadi Institusi pemerintah yang menyelenggarakan sistem administrasi perpajakan modern yang efektif, efisien, dan dipercaya masyarakat dengan integritas dan profesionalisme yang tinggi.” DJP juga mengemban misi dalam menjalankan amanah dan tugasnya yaitu “Menghimpun penerimaan pajak negara berdasarkan Undang-undang Perpajakan yang mampu mewujudkan kemandirian pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui sistem administrasi perpajakan yang efektif dan efisien.”

Kepatuhan pajak dapat pula menjadi indikator nasionalisme kita, indikator kuatnya cinta tanah air dari rakyatnya kepada negaranya sebagai wujud bela negara di bidang perekonomian nasional karena pajak sejatinya adalah uang amanah rakyat yang digunakan oleh negara untuk kemakmuran bersama. Ada nilai-nilai kemuliaan sosial dari kepatuhan pajak yang dilaksanakan oleh masyarakat  untuk membantu pembangunan negara ini, untuk memajukan kesejahteraan umum,  dalam hal nyata pajak yang dikumpulkan nantinya akan digunakan pula membangun infrastruktur,  membangun pendidikan nasional, menjamin kesehatan rakyat, membeli alutsista untuk pertahanan negara.

Reformasi birokrasi umumnya di instansi pemerintahan maupun khususnya di Ditjen Pajak semoga senantiasa menjadi instansi pemerintah  beraparatur negara yang tegas dan humanis dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat. Daya dukung masyakarat yang kritis dan konstruktif  mutlak diperlukan untuk terwujudnya good governance, bukan hanya itu tentunya, di bidang perpajakan dengan itikad kuat dan baik dari Presiden sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara yang mengamanatkan kepada kita semua untuk patuh dan melawan segala bentuk penyimpangan dan pengemplangan pajak,  Penulis merasa berbahagia sekali atas anjuran bapak presiden Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan rapim Polri beberapa waktu lalu  yang kemudian ditindaklanjuti dengan penguatan kerjasama kembali di bidang-bidang penegakan hukum perpajakan antara Kementerian Keuangan RI dengan Mabes Polri c.q Direktorat Jenderal Pajak dan Bareskrim Polri yang ditandatangani pada tanggal 23 Februari 2010.

Marilah kita sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab, warga negara yang menjadi teladan untuk anak cucu kita nantinya, ayo kita tingkatkan kepatuhan dan kesadaran kita tentang pajak, karena pajak adalah hak dan kewajiban warga negara terhadap negaranya sendiri, negara yang dicintainya, negara yang dimerdekakan oleh para pahlawan kita dengan perjuangan gigih, dengan darah dan air mata. Bersama anda membangun bangsa. “Lunasi Pajaknya, Awasi Penggunaannya.” Jayalah Indonesia, Berdikarilah Bangsaku. Bravo DJP. salam Cakti Buddhi Bhakti !

Salam Cinta, Salam Satu Jiwa dari Bhumi Arema.

“Sebarkan cinta dan kasih sayang kepada kemanusiaan dan lestarikanlah lingkungan hidup sebagai wujud cinta kita kepada Allah swt, Sang Maha Pencipta, Sang Pemilik Cinta.”

Malang, 24 Februari 2010

Indonesia Rindu Penegak Hukum yang Berani dan Amanah

Nopember 21st, 2009 by pasukancinta

Indonesia rindu akan kuatnya sistem penegakan hukum yang berlandaskan kebenaran, keadilan dan kemanusiaan. Semuanya itu tentu membutuhkan sumber daya manusia yang handal sebagai penegak hukum yang jujur, berani dan amanah. Figur-figur di masa lalu seperti Brigjen CPM Soenario yang menjabat Kapus Opsin Kejaksaan di era pemerintahan Soekarno dengan Emas Tugu Monas sebagai sitaan Kejaksaan menjadi bukti nyata penegakan hukum dan prestasi gemilang Kejaksaan RI saat itu, ada juga Kapolri Jenderal Polisi Hoegeng serta Jaksa Agung Baharuddin Lopa.

Saat ini saya ingin mengupas kembali pemikiran saya bulan September 2009 lalu di saat bangsa Indonesia sedang menakar dan mencari sosok siapakah yang tepat menjadi Plt Pimpinan KPK.

Saya kemudian teringat sosok Mayjen CPM. Purn. Syamsu Djalal, S.H. mantan Danpuspom ABRI dan mantan Jaksa Agung Muda Intelijen. Sayang sekali, beliau belum mendapat kesempatan untuk memimpin penegakan hukum lebih kuat lagi di bumi nusantara yang kita cintai. Inilah pikiran, perhatian dan pertimbangan yang saya tuliskan dalam sebuah forum diskusi online 30 September 2009 lalu.

Syamsu Djalal, SH

Syamsu Djalal, SH

Saya jadi teringat tokoh Mayjen CPM (Purn). Syamsu Djalal, SH. sepertinya beliau figur pemberani yang tepat untuk memimpin KPK, berdasar kapabilitas, integritas, kredibilitas, akseptabilitas masyarakat didukung pula pengalaman beliau yang pernah menjadi Danpuspom ABRI dan Jaksa Agung Muda Intelijen.

Kesungguhan beliau ketika menyelidiki kasus dugaan KKN keluarga cendana saat menjadi Jamintel dan kegigihan beliau dalam kasus orang hilang semasa beliau menjadi Danpuspom ABRI.

Kapabilitas, dilihat dari kapabilitas, dengan latar belakang sebagai sarjana hukum dan seorang tentara dalam bidang penegakan hukum didukung dengan pengalaman beliau yang pernah meniti karir dalam polisi militer tentu mempunyai kewibawaan di kalangan TNI dan Polri, akan memudahkan bilamana di kemudian hari KPK harus berhadapan dengan oknum-oknum baik dari kepolisian maupun unsur tentara, baik aktif maupun sudah purna bakti.

Integritas, dilihat dari kinerja beliau yang sungguh sungguh menyelidiki kasus-kasus KKN keluarga cendana pada saat beliau menjabat sebagai JAM Intel serta kegigihan beliau dalam menuntaskan kasus-kasus mengenai orang hilang saat beliau menjabat sebagai Danpuspom ABRI.

Akseptabilitas masyarakat, insya Allah figur beliau akan mudah diterima oleh masyarakat luas yang rindu akan keberanian serta kegigihan dalam memberantas tindak pidana korupsi di negeri ini.

Kredibilitas beliau semasa menjabat, serta setelah tidak menjabat yang banyak berkiprah di bidang pendidikan, menjabat sebagai Purek di sebuah universitas swasta, pengabdian masyarakat khususnya dalam organisasi warga minangkabau, ketua umum IPKI dan juga aktif sebagai advokaat.

Salam Cinta
Salam Satu Jiwa dari Bhumi Arema
Malang, 21 November 2009

“Sebarkan cinta dan kasih sayang kepada kemanusiaan dan lestarikanlah lingkungan hidup sebagai wujud cinta kita kepada Allah swt,  Sang Maha Pencipta, Sang Pemilik Cinta.”

Polri yang Kusayangi, Tegar dan Bangkitlah, Doa Kami Menyertaimu

Nopember 15th, 2009 by pasukancinta

Sedih dan kepiluan di hati ini menyaksikan kondisi negara tercinta akhir-akhir ini. Sebagai warga masyarakat dan sebagai sesama abdi dalem NKRI, saya ingin menuliskan gambaran hati saya saat ini yang terpikirkan lebih mendalam sejak seminggu lalu, simpati saya kepada instansi lainnya yaitu Polri yang melayani rakyat dan mejaga keutuhan NKRI. Bhayangkara adalah nama besar dari pasukannya Gajah Mada yang tulus dan loyal berdedikasi untuk bangsa dan negara.

Bukan bermaksud melawan arus opini publik yang demikian gencarnya, bukan pula saya bermaksud mencampuri situasi kekurangharmonisan antar lembaga di bidang penegakan hukum, marilah kita sebagai masyarakat yang tidak mempunyai wewenang dan kapasitas, bersandarlah kita dan kembalikan semuanya kepada mekanisme hukum, biarlah tanpa banyak prasangka kita berikan kesempatan agar hubungan baik antar lembaga menjadi harmonis kembali, bersatu dan bersinergi untuk membangun bangsa dan negara di segala lapangan kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum dan hankam.

Dari lubuk hati yang terdalam dan binar air mata yang tertahan, selalu ada rasa sayang dan simpati di hati ini kepada kepolisian kita, bagaimana mereka besar sekali jasanya memberikan rasa aman dan tentram kepada masyarakat, bagaimana polisi mengatur lalu lintas, bagaimana polisi menyeberangkan anak-anak sekolah juga menyebrangkan kakek/nenek pensiunan yang akan mengambil uang pensiunannya, bagaimana Kepolisian memberantas narkoba yang dapat menghancurkan kualitas generasi muda, bagaimana Polri memberantas terorisme dan kejahatan kemanusiaan, memberantas illegal logging dan pengrusakan lingkungan hidup lainnya juga memberantas korupsi di Indonesia bersama Kejaksaan, BPKP dan KPK.

Wujud sayang masyarakat dapat ditempuh melalui reward and punishment, mungkin sudah banyak yang memojokkan Polri, tapi saya lebih memilih jalan lain, saya akan lebih memilih untuk mengingat jasa baik para polisi untuk bangsa dan Negara, dedikasi mereka yang tak terlukiskan seperti halnya profesi lainnya, bagaimana mereka bekerja tanpa batasan jam kerja, bagaimana mereka di saat larut malam harus segera bertugas meninggalkan anak dan istrinya yang mungkin sedang membutuhkan kehadiran sang ayah di rumah, bagaimana mereka bekerja dengan risiko kehilangan nyawa sekalipun.

Polri di saat beberapa bulan lagi akan menyongsong modernisasi dan reformasi di instansinya, sedang mendapat ujian yang berat, di saat Polri memiliki seorang Kapolri yang sangat berkualitas, figur Pak BHD yang tegas, sabar dan kelembutan hati beliau dalam memimpin instansi kepolisian sangat tepat dan dibutuhkan membawa Polri yang lebih baik lagi, membawa Polri yang lebih humanis dan semakin bersahabat dengan masyarakat, sebagai warga masyarakat saya mengagumi figur beliau, salam hormat untuk beliau.

Terkesima di hati ini, perih rasanya ketika membaca kegalauan di hati Kapolri kepada instansinya, amanat janji setia beliau dalam rangkaian kata-kata ”Tribarata telah terpatri pada insan Bhayangkara yang menyelusup dalam tulang belulang tubuhku. Menandai setiap derap langkah dan tarikan napasku yang berdiri tegak dan kukuh tidak lekang, napas tak hancur karena hantaman ombak,  wahai alam semesta, bintang, bulan, mentari, dan angin, yang memberi napas kehidupan umat manusia. Dengarkanlah tekadku yang lahir dari insan Bhayangkari sejati untuk tetap tegar jaga diri, martabat, dan kehormatan demi Polri yang kami cintai dan banggakan. Aku bangga menjadi Bhayangkara negara. Aku menjiwai apa yang terpatri pada tribatra dan catur prasetya tak akan mundur sejengkal pun untuk meninggalkan rumahku meski harus berkorban diri.”


Sebungkah harapan dan doa kami kepada Allah swt untuk Kepolisian RI,  sedikit tulisan ini semoga yang mulia bapak presiden Susilo Bambang Yudhoyono tetap mempertahankan bapak Bambang Hendarso Danuri, karena saya yakin kepribadian dan kepemimpinan beliau akan mampu membawa Polri melewati masa-masa sulit sekarang ini. Marilah kita ingat pula jasa-jasa Polri kepada bangsa dan negara sejak Indonesia merdeka hingga sekarang ini.  Kepolisian harus tetap tegar, sabar dan bangkitlah sahabatku, jangan buat Ibu Pertiwi menangis, tak lupa saya sampaikan selamat ulang tahun kepada Korps Brimob ke-64, selamat ulang tahun selamat berbahagia.

Salam Cinta, Salam Satu Jiwa dari Bhumi Arema untuk Korps Bhayangkara, doa kami menyertaimu, sahabatku.

Malang, 15 November 2009

-Pasukan Cinta-

“Sebarkan cinta dan kasih sayang kepada kemanusiaan dan lestarikanlah lingkungan hidup sebagai wujud cinta kita kepada Allah swt,  Sang Maha Pencipta, Sang Pemilik Cinta.”

Mojokerto, Aku Pulang Untukmu -Pasukan Cinta-

Oktober 28th, 2009 by pasukancinta

lambang-majapahit1

Mojokerto, Aku Pulang Untukmu,

-Menuju Kota Mojokerto Lebih Baik-

Yap, setahun yang lalu tepatnya 27 Oktober 2008 diselenggarakanlah Pilwali Mojokerto, Mojokerto suatu wilayah yang berada dekat dengan pusat bekas kerajaan besar nusantara yaitu Majapahit, berangkat dari semangat dan rasa kecintaan sejarah untuk mencoba membangun Kota Mojokerto lebih baik lagi itulah dengan senang hati saya membantu memikirkan kemajuan-kemajuan apa saja sehingga minimal akan membawa kemajuan untuk bekas Kerajaan Majapahit tersebut.

Guru ngaji saya, Abah Djoni, teman diskusi dan tukar pikiran, seorang putra mojokerto yang tahun lalu mencoba berpartisipasi mengikuti pemilihan walikota Mojokerto tahun 2008 lalu juga mempunyai pemikiran yang selaras, bahwa mengapa Kota Mojokerto sebagai bekas pusat kerajaan majaphit kondisinya tidak semaju kota lainnya yang sejenis, dilihat dari wilayah lain yang mempunyai tradisi kerajaan seperti Malang atau Kediri yang jauh lebih maju kondisnya, dilihat dari posisinya yang menjadi kota satelitnya Surabaya, tapi mengapa Mojokerto tidak semaju Depok atau Bekasi untuk Jakarta, dalam contoh lain. Kota Mojokerto bahkan mendapat peringkat tiga besar paling akhir dalam penilaian oleh Jawa Pos tentang otonomi daerah dan penyelenggaraannya. Pembangunan terasa stagnan dan bahkan hampir terlampaui kemajuannya oleh kota atau kab lainnya seperti Jombang dan Gresik.

Harapan dan idealisme dan cita-cita luhur membangun tanah kelahirannya untuk menjadi pelayan masyarakat juga keyakinan bahwa dengan semangat kaum muda untuk membawa perubahan, perubahan ke arah yang lebih baik lagi untuk membangun seluruh masyarakatnya terutama pembangunan mental di kalangan pemuda-pemudi Mojokerto agar menjadi pribadi-pribadi yang tangguh seperti zaman Kerajaan Majapahit dahulu. Berkesan sekali mengingat kegiatan setahun lalu dimulai dari Pengajian Captiva lalu membentuk Pasukan Cinta dan langkah selanjutnya berniat mendirikan Padepokan Gajah Mada, terinspirasi dari nama tokoh nusantara dari Kerajaan Majapahit yang mampu menguatkan dan memersatukan bangsa untuk memikirkan dan mengaplikasikan hal-hal apa saja yang mampu membuat Kota Mojokerto semakin maju, dan masyarakat Mojokerto semakin sejahtera dan berkah dalam menjalani kehidupan. Berkesan pula karena Abah Djoni adalah orang terakhir mendapat rekomendasi dan dukungan dari KH Abdurrahman Wahid aKa Gus Dur, tokoh yang saya kagumi kejeniusannya, kecintaannya kepada tanah air juga perhatiannya yang tinggi kepada kemanusiaan dan demokrasi. Terima kasih Gus Dur atas segala perjuangan dan keteladanannya semoga Gus dur senantiasa berada dalam rahmat dan kasih sayang Allah swt.

Sayangnya, setelah berikhtiar dengan segenap daya juga berdo’a kepada Allah swt, masyarakat Kota Mojokerto belum memberikan amanahnya kepada guru ngaji saya, abah djoni.   Harapan saya, walau saya bukan asli Arek Mojokerto dan guru ngaji saya tidak berhasil menjadi Walikota Mojokerto, pelayan rakyat dan penjaga kota Mojokerto, tetapi tolong titip cinta saya, cinta akan kebangkitan Mojokerto seperti Kerajaan Majapahit dulu, cinta dan rindu akan kejayaan Indonesia pada skala lebih besarnya seperti perpaduan antara Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit, kita yakin kita mampu, amiin Ya Allah.

Demikianlah sebuah tulisan saya tentang semangat pemuda untuk membangun bangsa dan Negara ini, saya dedikasikan tulisan ini untuk seluruh kaum muda-mudi bangsa yang sedang memperingati Hari Sumpah Pemuda, kita membutuhkan pemimpin-pemimpin bangsa yang sering menyapa dan memperhatikan dan membangun pemuda-pemudi seperti halnya Bung Karno pada saat itu, yang memperingati dan menyemangati kita, dalam kata-kata “engkau hai pemuda-pemudi yang ada di sini, sekarang kerjakanlah mental investment, kerjakanlah pekerjaanmu sebaik-baiknya, kerjakanlah sebaik-baiknya oleh karena apa yang kau kejar ini ialah ilmu, dan ilmu itu bukan untukmu sendiri, tapi ialah untuk anak cucumu, untuk Bangsa Indonesia, untuk Rakyat Indonesia, untuk tanah air Indonesia, untuk Negara Republik Indonesia, maka sauadara-saudara dan anak-anak kandungku sekalian jikalau kita semuanya berkumpul di sini, kenangkanlah bahwa sebagai tadi kukatakan pengorbanan-pengorbanan kita telah berat, Laksana semua orang-orang Bangsa Indonesia yang sekarang terkubur di taman-taman pahlawan, semuanya menunggu-nunggu akan kedatanganmu kembali agar supaya kamu nanti dapat memberikan sumbangan kepada pembangunan tanah air dan bangsa.”

Salam Satu Jiwa, Salam Merah Putih.

Malang, 28 Oktober 2009

pasukancinta

“Sebarkan cinta dan kasih sayang kepada kemanusiaan dan lestarikanlah lingkungan hidup sebagai wujud cinta kita kepada Allah swt,  Sang Maha Pencipta, Sang Pemilik Cinta.”

Wawasan Nusantara Perkuat Kedaulatan Negara dan Persatuan Bangsa

September 2nd, 2009 by pasukancinta

indonesiaku1

Bagaimanakah peran kita sebagai bangsa di era globalisasi dalam kancah pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia? Sudahkah kita mendapatkan manfaat sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat sebagaimana amanat para pendiri bangsa dan negara kita?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang mungkin ada di benak kita sebagai anak bangsa, khususnya dalam menyikapi banyaknya kejadian-kejadian di negara ini, kejadian-kejadian maupun dinamika dalam masyarakat semenjak era reformasi bergulir tahun 1998 lalu. Kita tentu tidak ingin bila reformasi nasional ini berjalan sekehendak hatinya tanpa membawa manfaat yang optimal untuk kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara. Reformasi bukan pula berarti menghapus begitu saja hal-hal baik dari masa lalu, dalam hal ini baik dari zaman Presiden Soekarno maupun Presiden Soeharto, kebaikan-kebaikan yang ada pada masa lalu kita jadikan bekal saat reformasi ini untuk menggapai kemajuan di masa yang akan datang.

Kebebasan yang semakin dinikmati masyarakat khususnya dalam hal kebebasan berpendapat serta penghormatan kepada hak asasi manusia hendaknya jangan pula mengaburkan kewajiban kita semua untuk bertanggung jawab terhadap kondisi bangsa. Beberapa paham yang berkembang di masyarakat yang justru mengarah kepada disintegrasi bangsa sedapat mungkin kita cegah bersama, paham-paham ekstrimisme radikal dengan motif agama contohnya ataupun dengan motif kebebasan HAM tapi mengabaikan kepentingan yang lebih luas lagi yaitu kepentingan bangsa dan negara.

Memang kita tidak dapat pungkiri bila paham-paham yang menjurus kepada perpecahan bangsa akan semakin subur berkembang di alam pikiran masyarakat bila kesenjangan sosial semakin menganga, ketidakadilan semakin dirasakan, perasaan kekecewaan kepada kehidupan yang semuanya itu akan menambah beban mental kepada sebagian masyarakat.Wawasan Nusantara juga menyokong kuatnya ketahanan kita sebagai bangsa dna negara, marilah masing-masing kita bergotong-royong perjuangkan negara ini melalui penguatan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya hukum, pertahanan dan keamanan.

Pancasila sebagai dasar negara juga landasan kepribadian bangsa, menempatkan Persatuan Indonesia dalam sila ketiga, nilai-nilai persatuan inilah yang harus kita pererat hari demi hari dalam perjuangan kita membangun tanah air dan bangsa. Pancasila juga mengandung suatu amanat berupa wawasan nusantara, apakah anugerah negara yang indah dari Tuhan Yang Maha Esa dapat kita jaga, kita rawat, kita sayangi dan kita bangun untuk membawa kebaikan dalam kehidupan ataukah justru kita semakin tidak peduli bagaimana ke depannya kondisi bangsa dan negara yang kita cintai ini.

Nilai-nilai luhur yang termuat dalam Pancasila juga semangat wawasan nusantara itulah yang mudah-mudahan selalu menjaga semua elemen bangsa semakin kuat dan bersatu, jauh dari perpecahan, semakin kuat rasa cinta dalam membangun tanah air dan bangsa ini. Kita bangun jiwa kita sebagai bangsa, kita bangun negara ini dalam semua lapangan kehidupan. Nilai-nilai luhur pula yang mendasari kita sebagai bangsa untuk membangun peradaban, menebarkan kebaikan berlandaskan kemanusiaan dan budi pekerti yang luhur, kita landaskan kemanusiaan dalam nasionalisme kita.

Wawasan nusantara pada hakikatnya membawa kita untuk memikirkan kembali cara pandang kita terhadap negara`dan bangsa ini dipandang dari sudut ipoleksosbudhankam. Pancasila sebagai filter ideologi dapat kita terapkan bersama untuk mencegah paham-paham negatif baik dari pergerakan kiri atapun kanan yang justru kontraproduktif kepada kedaulatan dan persatuan bangsa. Soekarno memberikan amanat berharga untuk bangsa ini salah satunya Trisakti yang terdiri atas berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Presiden Soeharto pun mempunyai amanat berharga yang sangat relevan untuk tetap dijalankan yaitu Trilogi Pembangunan dalam kita menjalankan pembangunan tanah air Indonesia. Trilogi Pembangunan terdiri atas stabilitas nasional yang dinamis, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya. Indonesia Raya

Penghormatan kita kepada para pendahulu-pendahulu kita, baik sejak zaman kejayaan nusantara dulu atau para pahlawan yang dengan gagah berani memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, memperjuangkan keadilan dan kehormatan. Para pendahulu kita yang zaman itu telah banyak membuat karya besar untuk peradaban dan sistem kemasyakaratan yang unggul. Para raja-raja nusantara dahulu mampu memersatukan masyarakat dan wilayahnya dan kita pelajari pula oleh sebab apa kerajan-kerajaan itu menjadi runtuh agar jangan sampai terulang lagi pada saat ini atau masa yang akan datang.

indra-waspada

Wawasan nusantara juga menyokong kuatnya ketahanan kita sebagai bangsa dan negara, marilah masing-masing kita perjuangkan negara ini melalui penguatan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum pertahanan dan keamanan.

Kepedulian kita sebagai anak bangsa, jiwa persatuan yang kokoh, dan semangat perjuangan yang tinggi untuk membangun tanah air dan bangsa semoga menguatkan kita sebagai bangsa dalam kancah pergaulan antar bangsa di era globalisasi ini. Bersatu, berjuang dan berkarya untuk Indonesia Raya tercinta. Salam Satu Jiwa, Salam Merah Putih.

“Sebarkan cinta dan kasih sayang kepada kemanusiaan dan lestarikanlah lingkungan hidup sebagai wujud cinta kita kepada Allah swt,  Sang Maha Pencipta, Sang Pemilik Cinta.”

peta-indonesia

Halo dunia!

Agustus 11th, 2009 by pasukancinta

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!